BeritaPilkada Ogan Ilir - Pilkada Ogan Ilir Sumsel diduga diwarnai dengan dugaan money politic, yang akhirnya tertangkap tangan oleh warga Ogan Ilir.
Jikapemilih lebih banyak mencoblos kotak kosong, maka akan kembali digelar pada Pilkada selanjutnya di tahun 2020. Jika pemilih lebih banyak mencoblos kotak kosong, maka akan kembali digelar pada Pilkada selanjutnya di tahun 2020. Jumat, 10 Juni 2022; Cari. Network. Tribunnews.com; TribunnewsWiki.com;
cWLZ. - "...Dari quick count yang ada sudah jelas, kami sampaikan hasil hitung cepat 12 lembaga kami dapatkan 54,4 persen dan Prabowo-Sandi 45 persen"Pidato paslon presiden 01 Joko Widodo Jokowi setelah satu hari pencoblosan 18/4 soal 12 lembaga survei yang memenangkannya dalam hitung cepat quick count adalah narasi bagaimana hasil hitung cepat dianggap sulit dibantah dan sudah "jelas" hasilnya. Di sisi lain, kubu paslon 02 Prabowo Subianto berpendapat sebaliknya soal hitung cepat, yang dianggap hasilnya adalah pesanan."...saya tegaskan di sini pada rakyat bahwa ada upaya lembaga-lembaga survei-survei tertentu yang memang sudah bekerja untuk satu pihak, untuk menggiring opini seolah-olah kita kalah," kata Prabowo 17/04. Perbedaan pandangan antara Jokowi dan Prabowo juga para pendukungnya seolah mengulang setiap momen-momen penghitungan hasil suara pemilu sebelumnya. Bagaimana metode quick count yang berbasis saintifik menjadi perdebatan. Secara historis, hasil-hasil quick count yang dirilis lembaga kridibel, hasilnya umumnya tak berbeda jauh dari hasil real count rekam jejak quick count yang pernah ada selama gelaran pemilu sejak 2004 di Indonesia, pada Pilkada maupun Pilpres? Apakah hasilnya meleset jauh?Kemunculan Lembaga Survei Pada 2004 menjadi awal dari penerapan metode quick count untuk Pemilu di Indonesia. Lembaga Pelatihan, Penelitian, Penerangan, Ekonomi dan Sosial LP3ES bekerjasama dengan The National Democratic Institute for International Affairs NDI melakukan quick count untuk Pemilu Legislatif 5 April 2004 dengan selisih perolehan 0,9 persen dibandingkan hasil resmi KPU. Pada Pemilu Presiden Putaran I pada 5 Juli 2004, selisih perhitungan mereka kian menipis menjadi 0,5 keberhasilan LP3ES-NDI memprediksi hasil pemilu dengan metode quick count, berbagai lembaga survei turut menggunakannya untuk Pemilu dan Pilkada. Pada Pilkada DKI 2007 misalnya, LP3ES bekerjasama dengan NDI dan Yayasan Tifa, Litbang Kompas, Lembaga Survei Indonesia dan Lingkaran Survei Indonesia melakukan quick count. Keempat lembaga survei tersebut memprediksi kemenangan pasangan Fauzi 'Foke' Bowo-Prijanto dengan perhitungan kemenangan terbesar dari Lingkaran Survei Indonesia 58,59 persen dan kemenangan terendah dari Lembaga Survei Indonesia 56,12 persen. Dibandingkan dengan hasil resmi KPU 57,87 persen, selisih paling mendekati diraih oleh Litbang Kompas 0,11 persen dan selisih paling besar ditempati oleh Lembaga Survei Indonesia 1,75 persen.Pada 2008, Peraturan Komisi Pemilihan Umum KPU No. 23 Tahun 2013 mengatur pelaksanaan survei dan penghitungan cepat hasil pemilihan umum. Pasal 22 menyatakan bahwa lembaga survei dan hitung cepat dinyatakan terdaftar apabila melakukan pendaftaran kepada KPU, KPU Provinsi dan KPU Kabupaten/Kota dengan menyerahkan persyaratan antara lain menyertakan surat pernyataan mengenai netralitas lembaga survei, benar-benar melakukan wawancara dalam pelaksanaan survei atau jajak pendapat, menggunakan metode penelitian ilmiah dan melaporkan metodologi pencuplikan data. Quick Count di Pilkada DKI dan Pilpres Untuk melihat ketepatan quick count dibanding dengan hasil perhitungan KPU di Pilkada dan Pemilu, kami memilih lembaga survei yang memiliki rekam jejak sepanjang metode quick count diterapkan pada pemilu di Indonesia atau sekurangnya lima kali periode Pilpres maupun Pilkada. Ini untuk mengetahui rekam jejak hasil count count dari lembaga-lembaga tersebut secara terhadap Pilkada DKI Jakarta 2012 sebanyak dua putaran, Pilpres 2014, dan Pilkada DKI Jakarta 2017 sebanyak dua putaran. Hasilnya terdapat lembaga survei yang ikut serta secara konsisten yaitu Saiful Mujani Research and Consulting SMRC, Lingkaran Survei Indonesia LSI, dan Litbang Kompas sebagai lembaga survei yang mengikuti kelima ajang pemilihan tersebut. Infografik Periksa Data Keriuhan Hitung Cepat, Bagaimana Rekam JejaknyaPerbandingan secara historis hasil quick count antara ketiga lembaga survei tersebut dengan KPU dalam lima kali pemilihan, menunjukkan selisih terendah 0,04 persen hingga tertinggi 2,55 persen dengan hasil KPU. Selisih ini diperoleh dari perbandingan hasil KPU dan hasil lembaga survei dari lima penyelenggaraan pemilu dari hasil hitung cepat ketiga lembaga paling mendekati real count KPU diraih oleh LSI pada Pilkada DKI Jakarta 2017 putaran pertama dan Litbang Kompas pada Pilkada DKI Jakarta 2017 putaran kedua. Sedangkan selisih paling jauh ditempati oleh LSI pada Pilkada DKI Jakarta 2017 putaran kedua. Infografik Periksa Data Keriuhan Hitung Cepat, Bagaimana Rekam JejaknyaDari rekam jejak LSI selama lima kali pemilihan, selisih 2,55 persen merupakan sebuah anomali. Pada empat pemilihan lainnya, selisih antara real count KPU dan quick count dari lembaga ini hanya di kisaran 0,04 persen hingga 0,22 persen. Sedangkan untuk SMRC, selisih antara real count KPU dan quick count untuk 5 kali perhitungan quick count berada di rentang 0,08 persen hingga 0,83 persen. Litbang Kompas mencatat rentang selisih antara 0,04 persen hingga 0,85 suara, seperti melalui quick count, dikatakan valid jika selisih antara real count dengan estimasi masih berada dalam margin of error. Paparan SMRC dan Lembaga Survei Indonesia 24/04/2019 misalnya menyebutkan quick count mereka diperkirakan memiliki margin of error +/- 0,5 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Infografik Periksa Data Keriuhan Hitung Cepat, Bagaimana Rekam Jejaknya Sedangkan Indo Barometer yang turut melakukan quick count pada Pilkada DKI Jakarta 2012 dua putaran dan Pilkada DKI Jakarta 2017 dua putaran mengatakan bahwa lembaganya memiliki margin of error +/- 1 persen pada tingkat kepercayaan 99 persen. Infografik Periksa Data Keriuhan Hitung Cepat, Bagaimana Rekam JejaknyaPerbedaan Hasil Quick Count Pilpres 2014 Pada gelaran Pilpres 2014 ada sesuatu yang menarik, lembaga-lembaga survei yang berpartisipasi dalam meramaikan Pilpres 2014 memberikan hasil yang berbeda. Hitung cepat yang dilakukan oleh Center for Strategic and International Studies CSIS, SMRC, Indikator, Litbang Kompas, Poltracking Indonesia dan LSI Denny JA memberikan hasil yang memenangkan pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla JK. Hasil penghitungan mereka untuk pasangan Jokowi-JK berturut-turut adalah 51,90 persen, 52,98 persen, 52,97 persen, 52,34 persen, 53,37 persen dan 53,3 persen. Sedangkan lembaga-lembaga survei seperti Lembaga Survey Nasional, Jaringan Suara Indonesia, Puskaptis dan Indonesia Research Center mengunggulkan pasangan Prabowo-Hatta. Hal ini terlihat dari hasil penghitungan mereka untuk pasangan Jokowi-JK, berturut-turut 49,81 persen, 49,84 persen, 47,95 persen dan 48,89 persen. Perbedaan hasil dari beberapa lembaga-lembaga survei ini akhirnya jadi dasar bagi kedua kubu untuk mendeklarasikan kemenangan. Pada 22 Juli 2014, KPU mengumumkan hasil perhitungan suara. Pasangan Jokowi-JK unggul dengan perolehan 53,15 persen, sedangkan pasangan Prabowo-Hatta memperoleh suara 46,85 persen. Perbandingan hasil KPU dengan lembaga-lembaga survei menunjukkan LSI Denny JA sebagai lembaga survei yang memberikan selisih paling dekat 0,15 persen dengan hasil perhitungan KPU. Infografik Periksa Data Keriuhan Hitung Cepat, Bagaimana Rekam JejaknyaPosisi kedua ditempati oleh SMRC yang memberikan selisih 0,17 persen kemudian Indikator dengan selisih sebesar 0,18 persen. Sementara Lembaga Survey Nasional, Jaringan Suara Indonesia, Puskaptis dan Indonesia Research Center memberikan perkiraan yang tidak sesuai dengan perhitungan KPU. Dari hasil audit yang dilakukan oleh Perhimpunan Survei Opini Publik Indonesia Persepsi terhadap Jaringan Suara Indonesia dan Puskaptis, terbukti bahwa kedua lembaga survei tersebut keseluruhan, perbandingan antara hitung cepat dari berbagai lembaga survei dan real count KPU di lima proses quick count pada Pilkada dan Pilpres menunjukkan bahwa selisih tipis 0,04 persen hingga paling jauh 2,55 persen, kecuali untuk kasus empat lembaga survei yang memberikan kemenangan pada Prabowo-Hatta pada Pilpres 2014. - Politik Penulis Yuti ArianiEditor Suhendra
Pilkada Kamis, 10 Desember 2020 - 0432 WIB VIVA – Pilkada Serentak 2020 yang berlangsung 9 Desember kemarin diikuti 270 daerah di Indonesia. Masyarakat di 9 Provinsi, 224 Kabupaten, dan 37 Kota telah melakukan pencoblosan guna memilih pemimpin di daerah lembaga survei telah merilis hitung cepat sementara yang dilakukan dengan berbagai metode. Para partai pengusung dan tim pemenangan para calon pemimpin daerah pun menyampaikan hasil penghitungan cepat Quick Count internal yang dilakukan. Baca juga Gibran-Bobby Unggul di Pilkada, Hasto Sebut Komitmen MegawatiBerdasarkan data tersebut, sejumlah kontestan pilkada berlomba-lomba mengklaim kemenangan. Sembari, menunggu hasil rekapitulasi suara Real Count Komisi Pemilihan Umum KPU selesai pun menyediakan situs resmi quick count sementara daerah-daerah yang menggelar pilkada. Masyarakat bisa memantau langsung penghitungan sementara itu di laman Dikutip VIVA, Rabu 10 Desember 2020 dari laman tersebut, KPU menjelaskan, data yang ditampilkan adalah data yang hasil foto formulir Model C Hasil-KWK yang dikirim oleh KPPS melalui sistem apabila terdapat kekeliruan data akan dilakukan perbaikan pada rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi di tingkat Kecamatan. Kemudian, bila ada perbedaan data yang terbaca oleh Sirekap dengan data yang tertulis pada Formulir C Hasil-KWK, akan dilakukan koreksi pada Sirekap web tingkat Kecamatan. Halaman Selanjutnya KPU pun menegaskan, data yang ditampilkan pada menu hitung suara bukan merupakan hasil resmi penghitungan perolehan suara. Sebab, penetapan hasil rekapitulasi penghitungan perolehan suara dilakukan secara berjenjang sesuai tingkatannya dalam rapat pleno terbuka.
- Pelaksanaan Pilkada Serentak di sejumlah daerah telah berlangsung pada Rabu 9/12/2020. Pilkada 2020 digelar di 270 wilayah yang terdiri dari 9 provinsi, 224 kabupaten, dan 37 kota. Untuk memantau hasil penghitungan suara, bisa diikuti melalui sejumlah link atau tautan yang disediakan lembaga juga menyediakan data hasil hitung cepat atau quick count yang dapat diakses masyarakat untuk memantau perkembangan hasil Pilkada. Namun, perlu diketahui, update hasil penghitungan suara riil atau real count melalui situ KPU Sirekap tidak bisa menjadi dasar penentuan pemenang Pilkada 2020. Penentuan pemenang Pilkada 2020 tetap didasarkan pada pengumuman KPU berdasarkan hasil rekapitulasi manual KPU yang dilakukan secara berjenjang. Baca juga Pilkada 2020 Usai dan Harapan Tak Ada Lonjakan Kasus Covid-19... Berikut daftar link real count dan quick count Pilkada 2020 Komisi Pemilihan Umum KPU Komisioner KPU Pramono Ubaid Tanthowi mengatakan, KPU menyediakan situs web yang dapat dimanfaatkan untuk memantau hasil sementara penghitungan suara Pilkada 2020. Adapun situs web yang disediakan KPU dapat diakses melalui "Laman itu tampilan hasil sementara Pilkada," ujar Pramono, Rabu 9/12/2020. Masyarakat dapat memilih provinsi atau kabupaten/kota yang dikehendaki, misalnya seperti sejumlah link berikut ini Provinsi Jambi Hasil real count Pemilihan Gubernur Jambi 2020 Provinsi Sumatera Barat Hasil real count Pemilihan Gubernur Sumatera Barat 2020 Provinsi Bengkulu Hasil real count Pemilihan Gubernur Bengkulu 2020 Provinsi Kepulauan Riau Hasil real count Pemilihan Gubernur Kepulauan Riau 2020 Provinsi Kalimantan Tengah Hasil real count Pemilihan Gubernur Kalimantan Tengah 2020 Provinsi Kalimantan Selatan Hasil real count Pemilihan Gubernur Kalimantan Selatan 2020 Provinsi Kalimantan Utara Hasil real count Pemilihan Gubernur Kalimantan Utara 2020 Provinsi Sulawesi Utara Hasil real count Pemilihan Gubernur Sulawesi Utara 2020 Provinsi Sulawesi Tengah Hasil real count Pemilihan Gubernur Sulawesi Tengah 2020 Kota Medan Hasil real count Pemilihan Walikota Medan 2020 Kota Tangerang Selatan Hasil real count Pemilihan Walikota Tangerang Selatan 2020 Kota Semarang Hasil real count Pemilihan Walikota Semarang 2020 Kota Surakarta Hasil real count Pemilihan Walikota Surakarta 2020 Kota Surabaya Hasil real count Pemilihan Walikota Surabaya 2020 Kabupaten Banyuwangi Hasil real count Pemilihan Bupati Banyuwangi 2020 Baca juga [POPULER TREN] Link Hasil dan Quick Count Pilkada 2020Poltracking dan Charta Politika Lembaga survei Poltracking juga melakukan penghitungan cepat quick count. Penghitungan suara yang dilakukan Poltracking meliputi Provinsi Sumatera Barat, Bengkulu, Kalimantan Tengah, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Utara. Selain itu, Poltracking juga mengadakan quick count di Kota Surabaya dan Medan. Sementara itu, lembaga survei Charta Politika juga melakukan penghitungan cepat di daerah lain. Adapun pilkada yang dihitung cepat meliputi Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Utara. Lembaga survei ini juga menghitung di 6 kabupaten/kota, meliputi Minahasa Utara, Kabupaten Tanah Bumbu, Kota Surabaya, Kota Surakarta, Kota Medan, dan Kota Tangerang Selatan. Hasil penghitungan cepat dari kedua lembaga survei ini dapat diakses di Kompas TV pada link berikut Quick Count Kompas TV. Populi Center Lembaga survei lain yang turut melakukan hitung cepat Pilkada Serentak tahun ini adalah Populi Center. Populi Center menghitung hasil secara cepat di Kota Medan, Kota Surabaya, dan Kabupaten Manggarai Barat. Hasil hitung cepatnya, dapat diakses di sini. Baca juga Mereka yang Melawan Kotak Kosong di Pilkada 2020 Sumber Dandy Bayu Bramasta, Luthfia Ayu Azanella/Editor Rizal Setyo Nugroho, Sari Hardianto Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mari bergabung di Grup Telegram " News Update", caranya klik link kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.