Top6: Top 10 kelajuan sebuah partikel agar partikel tersebut memiliki massa Top 7: Top Update Big Bank Fisika SMA/MA 1, 2, 3; Top 8: BAHAS TOTAL FISIKA SMA: Kumpulan Soal Super Lengkap; Top 9: Smart Book Fisika SMA Kelas X, XI , XII; Top 10: Massa, Momentum dan Energi Raltivistik - Fisika | CoLearn - Page 2; Top 1: berapakah kelajuan Einsteinmenunjukkan bahwa energi sebuah foton sebanding dengan frekuensinya. Lebih umum lagi, teori tersebut menjelaskan bahwa semua benda mempunyai sifat partikel dan gelombang, dan berbagai macam eksperimen dapat di lakukan untuk membuktikannya. Sifat partikel dapat lebih mudah dilihat apabila sebuah objek mempunyai massa yang besar. Pilihanganda soal dan jawaban relativitas khusus 20 butir. 10 uraian soal dan jawaban relativitas khusus. 1. Periode suatu pendulum di muka bumi besarnya 3,0 detik. Jika pendulum tersebut diamati oleh seseorang yang bergerak relatif terhadap bumi dengan kecepatan 0,95c (c = kecepatan cahaya). Maka, periode pendulum tersebut dalam detik menjadi Fotonyang kita gunakan sebagai medium, memiliki sifat yang sangat bermanfaat. Karena foton merupakan boson (penghantar gaya), kita bisa memilih mengodekan informasi dalam bentuk energi. Foton juga memiliki sifat dualitas, bisa berperan sebagai gelombang ataupun partikel. Padasebagian masyarakat awam, kuantum memiliki makna yang kurang lebih sama dengan sebuah blok pembangun. Misalnya, energi listrik yang muncul karena adanya pelepasan elektron. Selain itu juga sebuah cahaya yang terbentuk karena keberadaan foton. Maka benarlah apa yang pernah disampaikan oleh Stephen Hawking dalam sebuah bukunya. Belajarmerupakan kegiatan penting setiap orang, termasuk didalamnya belajar bagaimana seharusnya belajar. Sebuah survey memperlihatkan bahwa 82% anak-anak masuk sekolah pada usia 5 atau 6 tahun memiliki citra diri yang positif tentang kemampuan belajar mereka sendiri. Tetapi angka tinggi tersebut menurun drastis menjadi 18% waktu meeka Atomhanya dapat dipantau menggunakan peralatan khusus seperti mikroskop penerowongan payaran. Lebih dari 99,9% massa atom berpusat pada inti atom, dengan proton dan neutron yang bermassa hampir sama. Setiap unsur paling tidak memiliki satu isotop dengan inti yang tidak stabil yang dapat mengalami peluruhan radioaktif. Hal ini dapat Berbedadengan yang ditampilkan table periodic unsure, bahwa Plutonioum memiliki nomor atom 242, merupakan nuklida, memiliki jumlah proton dan neurton yang sama dalam satu inti. Plutonium dan Uranium memiliki nomor atom yang besar, dan unsure ini memancarkan radiasi. Jikaingin menghasilkan sebuah gambar yang bagus, maka harus memiliki visi yang kuat dalam hal pengambilan gambar terutama dalam pengaturan efek cahaya yang masuk ke dalam objek foto. PEMBAHASAN Pada mulanya , banyak fisikawan yang menganggap cahaya sebagai gelombang . hal ini diperkuat adanya difraksi, polarisasi, refraksi, refleksi dan PELURUHANGAMMA ( ) Peluruhan inti yang memancarkan sebuah partikel seperti partikel alfa atau beta, selalu meninggalkan inti pada keadaan tereksitasi. Seperti halnya atom, inti akan mencapai keadaan dasar (stabil) dengan memancarkan foton (gelombang elektromagnetik) yang dikenal dengan sinar gamma ( ). Dalam proses pemancaran ini, baik nomor lBwX. A. Efek Fotolistrik Efek fotolistrik adalah peristiwa terlepasnya elektron dari permukaan logam karena logam tersebut disinari cahaya dengan frekuensi tertentu. Elektron yang terlepas dari permukaan logam tersebut disebut dengan elektron foto photoelectrons. Gambar dibawah ini menggambarkan skema alat yang digunakan untuk mengadakan percobaan Efek fotolistrik Alat tersebut terdiri atas tabung hampa udara yang dilengkapi dengan dua elektroda A dan B dan dihubungkan dengan sumber tegangan arus searah DC. Pada saat alat tersebut dibawa ke dalam ruang gelap, maka amperemeter tidak menunjukkan adanya arus listrik. Akan tetapi pada saat permukaan Katoda A dijatuhkan sinar amperemeter menunjukkan adanya arus listrik. Hal ini menunjukkan adanya aliran arus listrik. Aliran arus ini terjadi karena adanya elektron yang terlepas dari permukaan A bergerak menuju B. Apabila tegangan baterai diperkecil sedikit demi sedikit, ternyata arus listrik juga semakin mengecil dan jika tegangan terus diperkecil sampai nilainya negatif, ternyata pada saat tegangan mencapai nilai tertentu -Vo, amperemeter menunjuk angka nol yang berarti tidak ada arus listrik yang mengalir atau tidak ada elektron yang keluar dari keping A. Potensial Vo ini disebut potensial henti, yang nilainya tidak tergantung pada intensitas cahaya yang dijatuhkan. Hal ini menunjukkan bahwa energi kinetik maksimum elektron yang keluar dari permukaan adalah sebesar dengan Ek = energi kinetik elektron foto J atau eV m = massa elektron kg v = kecepatan elektron m/s e = muatan elektron C Vo = potensial henti volt Berdasarkan hasil percobaan tersebut ternyata tidak semua cahaya foton yang dijatuhkan pada keping akan menimbulkan efek fotolistrik. Efek fotolistrik akan timbul jika frekuensinya lebih besar dari frekuensi tertentu. Demikian juga frekuensi minimal yang mampu menimbulkan efek fotolistrik tergantung pada jenis logam yang dipakai. Teori gelombang belum dapat menjelaskan tentang sifat-sifat penting yang terjadi pada efek fotolistrik,yaitu a. Menurut teori gelombang, energi kinetik elektron foto harus bertambah besar jika intensitas foton diperbesar. Akan tetapi kenyataan menunjukkan bahwa energi kinetik elektron foto tidak tergantung pada intensitas foton yang dijatuhkan. b. Menurut teori gelombang, efek fotolistrik dapat terjadi pada sembarang frekuensi, asal intensitasnya memenuhi. Akan tetapi kenyataannya efek fotolistrik baru akan terjadi jika frekuensi melebihi harga tertentu dan untuk logam tertentu dibutuhkan frekuensi minimal yang tertentu agar dapat timbul elektron foto. c. Menurut teori gelombang diperlukan waktu yang cukup untuk melepaskan elektron dari permukaan logam. Akan tetapi kenyataannya elektron terlepas dari permukaan logam dalam waktu singkat spontan dalam waktu kurang 10-9 sekon setelah waktu penyinaran. d. Teori gelombang tidak dapat menjelaskan mengapa energi kinetik maksimum elektron foto bertambah jika frekuensi foton yang dijatuhkan diperbesar. Teori kuantum mampu menjelaskan peristiwa ini karena menurut teori kuantum bahwa foton memiliki energi yang sama, yaitu sebesar hf, sehingga menaikkan intensitas foton berarti hanya menambah banyaknya foton, tidak menambah energi foton selama frekuensi foton tetap. Menurut Einstein energi yang dibawa foton adalah dalam bentuk paket, sehingga energi ini jika diberikan pada elektron akan diberikan seluruhnya, sehingga foton tersebut lenyap. Oleh karena elektron terikat pada energi ikat tertentu, maka diperlukan energi minimal sebesar energi ikat elektron tersebut. Besarnya energi minimal yang diperlukan untuk melepaskan elektron dari energi ikatnya disebut fungsi kerja Wo atau energi ambang. Besarnya Wo tergantung pada jenis logam yang digunakan. Apabila energi foton yang diberikan pada elektron lebih besar dari fungsi kerjanya, maka kelebihan energi tersebut akan berubah menjadi energi kinetik elektron. Akan tetapi jika energi foton lebih kecil dari energi ambangnya hf f’, sedangkan panjang gelombang yang terhambur menjadi tambah besar yaitu l > l ’. Dengan menggunakan hukum kekekalan momentum dan kekekalan energi Compton berhasil menunjukkan bahwa perubahan panjang gelombang foton terhambur dengan panjang gelombang semula, yang memenuhi persamaan dengan l = panjang gelombang sinar X sebelum tumbukan m l ’= panjang gelombang sinar X setelah tumbukan m h = konstanta Planck 6,625 × 10-34 Js mO = massa diam elektron 9,1 × 10-31 kg c = kecepatan cahaya 3 × 108 ms-1 q = sudut hamburan sinar X terhadap arah semula Besaran sering disebut dengan panjang gelombang Compton. Jadi dengan hasil pengamatan Compton tentang hamburan foton dari sinar X menunjukkan bahwa foton dapat dipandang sebagai partikel, sehingga memperkuat teori kuantum yang mengatakan bahwa cahaya mempunyai dua sifat, yaitu cahaya dapat sebagai gelombang dan cahaya dapat bersifat sebagai partikel yang sering disebut sebagai dualisme gelombang cahaya. Soal latihan Soal Fisika Kelas 12 Tentang Dualisme Gelombang Partikel Foton adalah partikel elementer dalam fenomena elektromagnetik. Biasanya foton dianggap sebagai pembawa radiasi elektromagnetik, seperti cahaya, gelombang radio, dan Sinar-X. Foton juga dapat diartikan sebagai energi terkuantisasi. Foton berbeda dengan partikel elementer lain seperti elektron dan quark, karena ia tidak bermassa dan dalam ruang vakum foton selalu bergerak dengan kecepatan cahaya, c. Foton memiliki baik sifat gelombang maupun partikel "dualisme gelombang-partikel". Foton yang dipancarkan dalam berkas koheren laser Sebagai gelombang, satu foton tunggal tersebar di seluruh ruang dan menunjukkan fenomena gelombang seperti pembiasan oleh lensa dan interferensi destruktif ketika gelombang terpantulkan saling memusnahkan satu sama lain. Sebagai partikel, foton hanya dapat berinteraksi dengan materi dengan memindahkan energi sejumlah , di mana adalah konstanta Planck, adalah laju cahaya, dan adalah panjang gelombangnya. Selain energi partikel foton juga membawa momentum dan memiliki polarisasi. Foton mematuhi hukum mekanika kuantum, yang berarti kerap kali besaran-besaran tersebut tidak dapat diukur dengan cermat. Biasanya besaran-besaran tersebut didefinisikan sebagai probabilitas mengukur polarisasi, posisi, atau momentum tertentu. Sebagai contoh, meskipun sebuah foton dapat mengeksitasi satu molekul tertentu, sering tidak mungkin meramalkan sebelumnya molekul yang mana yang akan tereksitasi. Deskripsi foton sebagai pembawa radiasi elektromagnetik biasa digunakan oleh para fisikawan. Namun dalam fisika teoretis sebuah foton dapat dianggap sebagai mediator buat segala jenis interaksi elektromagnetik, seperti medan magnet dan gaya tolak-menolak antara muatan sejenis. Konsep modern foton dikembangkan secara berangsur-angsur antara 1905-1917 oleh Albert Einstein[2][3][4][5] untuk menjelaskan pengamatan eksperimental yang tidak memenuhi model klasik untuk cahaya. Model foton khususnya memperhitungkan ketergantungan energi cahaya terhadap frekuensi, dan menjelaskan kemampuan materi dan radiasi elektromagnetik untuk berada dalam kesetimbangan termal. Fisikawan lain mencoba menjelaskan anomali pengamatan ini dengan model semiklasik, yang masih menggunakan persamaan Maxwell untuk mendeskripsikan cahaya. Namun dalam model ini objek material yang mengemisi dan menyerap cahaya dikuantisasi. Meskipun model-model semiklasik ini ikut menyumbang dalam pengembangan mekanika kuantum, percobaan-percobaan lebih lanjut membuktikan hipotesis Einstein bahwa cahaya itu sendirilah yang terkuantisasi. Kuantum cahaya adalah foton. Konsep foton telah membawa kemajuan berarti dalam fisika teoretis dan eksperimental, seperti laser, kondensasi Bose-Einstein, teori medan kuantum dan interpretasi probabilistik dari mekanika kuantum. Menurut model standar fisika partikel, foton bertanggung jawab dalam memproduksi semua medan listrik dan medan magnet dan foton sendiri merupakan hasil persyaratan bahwa hukum-hukum fisika memiliki kesetangkupan pada tiap titik pada ruang-waktu. Sifat-sifat intrinsik foton seperti muatan listrik, massa dan spin ditentukan dari kesetangkupan gauge ini. Konsep foton diterapkan dalam banyak area seperti fotokimia, mikroskopi resolusi tinggi dan pengukuran jarak molekuler. Baru-baru ini foton dipelajari sebagai unsur komputer kuantum dan untuk aplikasi canggih dalam komunikasi optik seperti kriptografi kuantum. Hello guys! Kalian semua pasti tahu laser, kan? Yap, di dalam kehidupan sehari-hari laser sering digunakan di berbagai bidang, seperti bidang kedokteran, industri, fotografi, dan lain sebagainya. Nah, terus apa hubungan laser dengan energi foton? Perlu kalian ketahui bahwa laser merupakan salah satu bukti dari adanya energi foton. Meski tidak dapat diamati langsung dengan mata normal, tetapi sinar laser sebenarnya memancarkan partikel-partikel foton. Nah, biar lebih jelasnya, yuk kita kupas tuntas bareng! Kuantum cahaya atau foton merupakan paket-paket energi radiasi elektromagnetik. Nah, konsep foton ini berasal dari para fisikawan yang berpendapat bahwa gelombang cahaya dianggap memiliki suatu partikel tidak bermassa yang disebut foton. Sebagai partikel yang bergerak, tak heran apabila foton memiliki energi. Oleh karena itu, rumus energi foton adalah sebagai berikut. Rumus Energi Foton Arsip Zenius Lalu, bagaimana jika foton-nya ada banyak? Nah, jika begitu kalian bisa menggunakan rumus energi foton seperti di bawah ini! Keterangan E= energi foton J n =bilangan bulat yang menyatakan bilangan kuantum h= konstanta planck 6,63 x 10-34 Js f = frekuensi foton Hz Perlu kalian ketahui bahwa foton terdapat pada semua energi, mulai dari sinar berenergi tinggi gamma seperti cahaya tampak, gelombang inframerah, hingga gelombang berenergi rendah seperti radio. Selain itu, semua jenis foton juga memiliki kecepatan cahaya, lho! Lalu, apa saja sih, teknologi yang memanfaatkan energi foton? Geiger Counter Dok. Wikimedia Commons Contoh pengaplikasian energi foton antara lain perangkat Charge-Coupled Device CCD yang merupakan sensor untuk merekam gambar dan Geiger Counter yang merupakan sebuah alat pengukur radiasi ionisasi. Setelah paham dengan konsep dan rumusnya, yuk kita asah pengetahuan kita tentang energi foton dengan mengerjakan contoh soal sederhana di bawah! Baca Juga Hukum Kirchhoff 1 dan 2 Penemu, Rumus, dan Contoh Soal Contoh Soal Energi Foton Contoh Soal Energi Foton Dok. Pixabay Berikut ini merupakan karakteristik dari foton, kecuali … A. setiap foton membawa energi yang berbeda-beda tergantung frekuensinya B. foton bergerak dengan kecepatan 3 x 108 m/s C. setiap foton dapat menumbuk sebuah elektron pada logam D. foton tidak bermassa E. foton dapat menghamburkan neutron pada inti atom Jawaban Karena foton tidak memiliki cukup energi untuk menghamburkan proton pada inti atom, maka jawaban yang tepat adalah E. foton dapat menghamburkan neutron pada inti atom. Baca Juga Peluruhan Radioaktif dan Jenisnya – Materi Fisika Kelas 12 2. Berikut grafik hubungan energi dengan frekuensi gelombang yang tepat adalah … A. B. C. D. E. Jawaban Hubungan antara energi dan frekuensi adalah E=hf Karena h merupakan konstanta planck, maka hubungan energi dengan frekuensi merupakan hubungan yang linear. Semakin besar frekuensi maka energi juga akan semakin besar. Maka, jawabannya adalah A. Baca Juga Gelombang Elektromagnetik dan Cara Kerja Bluetooth Finally, selesai juga nih, pembahasan kita mengenai energi foton. Gimana guys, kalian sudah paham belum dengan energi foton? Bagi yang masih bingung mengenai materi hari ini kalian bisa kok tonton video penjelasannya lewat aplikasi Zenius. Caranya mudah banget, kalian cuma perlu download aplikasi Zenius aja, lho. So, sampai jumpai di artikel selanjutnya, ya. See you!